Mitos Mengenai Penyakit Down Syndrome

Banyaknya orang yg terserang penyakit down syndrome di Indonesia memang masih cukup jarang-jarang. Tetapi, kita semestinya cukup biasa buat menyaksikan orang yg terserang penyakit yg benar-benar simpel dikenali dengan bentuk muka yg privat ini. Kurangnya kabar mengenai penyakit down syndrome bikin ada banyak mitos yg berkembang di orang. Apapun mitos-mitos yg terkait dengan penyakit down syndrome?

Mitos pertama yg diyakini orang tentang penyakit down syndrome merupakan penyakit ini berlangsung lantaran perihal genetik dimana penderitanya alami kelainan genetika yg benar-benar langka. Mitos ini nyata-nyatanya salah kaprah mengingat kelainan ini sekali-kali tidak langka serta terbilang cukuplah kerap berlangsung. Di Amerika Serikat sendiri, sekurang-kurangnya satu diantara 691 bayi terlahir dengan keadaan down syndrome serta rasio ini sama dengan 6.000 bayi yg lahir dalam tempo setahun. Di Amerika Serikat sendiri, pasien down syndrome tertera sampai 400.000 orang. Terkecuali itu, perihal genetis yg memicu timbulnya kelahiran pasien down syndrome nyata-nyatanya cuma 1 % saja. Bekasnya, yang menimbulkan dari down syndrome malah paling sering berlangsung lantaran kehamilan yg melewati umur 35 tahun.

Pasien down syndrome sendiri kerap dipandang sebagai beberapa orang dengan impian hidup yg rendah. Walaupun sebenarnya, dalam realitanya, apabila mereka diperlakukan seperti orang biasa, impian hidupnya dapat condong sama juga dengan orang biasa. Pasien down syndrome pula kerapkali dipandang sebagai mereka yg miliki kapabilitas kognitif yg rendah. Walaupun sebenarnya, dalam realitanya ada beberapa pasien down syndrome yg berprestasi serta bahkan juga miliki kapabilitas yg hebat serta belum semestinya dapat dijalankan oleh manusia normal.

Satu perihal yg pastinya, kita tidak bisa mengasingkan pasien down syndrome mengingat mereka pula miliki hak serta kapabilitas buat berperilaku seperti orang normal. Bahkan juga, ahli kesehatan katakan apabila beberapa anak down syndrome sesungguhnya pula miliki kapabilitas yg cukup buat bersekolah beserta beberapa orang normal. Manusia down syndrome yg telah dewasa bisa juga kerja dengan normal apabila dikasih pengarahan yg pas. Terkecuali itu, apabila kita memperlakukan pasien down syndrome secara baik serta normal seperti kawan serta teman akrab biasa, karena itu mereka juga akan memperlakukan kita secara baik. Tahukah anda, pasien down syndrome bahkan juga diketahui miliki kapabilitas berteman yg benar-benar baik. Menyaksikan terdapatnya realitas ini, kita semestinya harus memperlakukan pasien down syndrome secara baik seperti manusia biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *